Gubernur Khofifah Tegaskan Tidak Ada PHK Massal di PT Gudang Garam: “Itu Program Pensiun Dini”
Keterangan : Gubernur Jatim di hadapan awak media
Kediri, 9 September 2025 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membantah kabar yang menyebut telah terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di perusahaan rokok ternama asal Kediri, PT Gudang Garam Tbk. Ia menegaskan, yang terjadi bukanlah PHK massal, melainkan program pensiun dini yang ditawarkan secara sukarela oleh manajemen perusahaan kepada para pekerjanya.
Baca Juga :
Waroeng Baroe Lama Kediri Hadirkan Suasana Jadul, Kuliner Murah, dan Destinasi Wisata UMKM yang Unik“Terkait kabar PHK massal, saya tegaskan bahwa itu tidak benar. Yang dilakukan PT Gudang Garam adalah program pensiun dini, dan jumlahnya sekitar 200 orang, bukan ribuan,” ujar Khofifah dalam pernyataan resminya, Minggu (8/9/2025).
Khofifah menjelaskan bahwa program pensiun dini ini sudah berjalan dalam beberapa waktu terakhir, dan merupakan bagian dari kebijakan internal perusahaan. Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial tanpa klarifikasi resmi.
“Jangan sampai kabar yang tidak akurat justru menciptakan keresahan. Saya sudah mendapat laporan dari Disnakertrans Jatim, dan mereka memastikan0 bahwa tidak ada PHK massal di PT Gudang Garam, baik di Kediri maupun di pabrik Tuban,” tambahnya.
Kabar PHK massal ini mencuat setelah beredarnya video di media sosial yang menunjukkan suasana haru perpisahan sejumlah karyawan di lingkungan kerja PT Gudang Garam. Video tersebut kemudian menimbulkan spekulasi bahwa telah terjadi PHK secara besar-besaran, terlebih lagi karena Gudang Garam diketahui tengah menghadapi tekanan keuangan.
Namun, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa video tersebut tidak mencerminkan kondisi keseluruhan.
“Kalau ada video perpisahan, itu bagian dari proses pensiun dini. Tidak semua pekerja ikut, hanya mereka yang memang sudah memenuhi kriteria dan menyetujui program tersebut,” katanya
Pernyataan Gubernur Khofifah juga diamini oleh pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur. Kepala Disnakertrans, Sigit Priyanto, menyebut bahwa program pensiun dini ini sudah dikomunikasikan dengan baik oleh manajemen kepada karyawan.
Manajemen PT Gudang Garam pun membantah adanya PHK massal dan memastikan bahwa pabrik masih beroperasi secara normal, termasuk di unit produksi mereka di Tuban, yang tetap mempekerjakan sekitar 800–850 orang.
Diketahui, dalam laporan keuangan semester I 2025, PT Gudang Garam mengalami penurunan laba bersih hingga 87,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kenaikan cukai rokok dan persaingan dari rokok ilegal, yang berdampak pada volume produksi dan distribusi.
Namun demikian, Gubernur Khofifah menyatakan bahwa langkah perusahaan dalam menata struktur kepegawaian harus tetap memerhatikan hak-hak pekerja, dan pemerintah siap memfasilitasi jika dibutuhkan.
> “Saya imbau masyarakat Kediri dan Jawa Timur secara umum untuk tetap tenang. Jangan mudah percaya isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Pemerintah daerah terus memantau dan akan memastikan semua proses ketenagakerjaan berjalan adil dan transparan,” tutup Khofifah.
Berita Terkait
06 November 2025 23:05
BI Kediri Gelar Panen Raya GNPIP Cabai Off Season untuk Jaga Stabilita...
18 November 2025 17:46
Waroeng Baroe Lama Kediri Hadirkan Suasana Jadul, Kuliner Murah, dan D...
Rekomendasi
12 Desember 2025 15:53
Bikin Liburan Akhir Tahun Makin Seru Dengan Google Gemini Di GALAXY S2...
07 Desember 2025 10:20
Samsung Galaxy Z & Gemini AI: Buka Peluang Kreator untuk Jadi Pebisni...
12 Desember 2025 19:37
Kenalkan Sosok Pahlawan Jendral Soedirman Disbudparpora Kota Kediri Aj...
10 Desember 2025 11:27
Pembangunan dan Rehabilitasi Jalan Stasiun Kediri Capai 98%, Tahun Bar...
12 Desember 2025 19:45
Mbak Wali Tegaskan Penguatan Gizi: SPPG Jadi Garda Depan Program MBG d...
11 Desember 2025 18:33
Komentar (0)