Riset dan Kajian > Kajian Agama Islam

Menelisik RASM AL-QUR’AN Abad 19 Di Iran

A
Agha Fairuz Tim Kharismafm - 30 Mei 2025 20:11

Keterangan : Foto Manuskrip al-Qur’an 1265 H yang ditulis oleh Muhammad Ali bin Ulaiqili pada tahun 1265 H.

Iran merupakan salah satu negara wilayah mesopotamia, yaitu sebuah wilayah di daerah Asia Barat yang diapit di antara sungai-sungai. Sebelum Islam datang melakukan ekspansi pada tahun 640 M, wilayah Iran merupakan cakupan dari Kerajaan Persia. Kerajaan Persia yang berdiri sejak tahun 20 SM hingga abad 20-an M tentu syarat akan kekayaan kebudayaan. Mulai dari arsitektur, mata uang, seni kriya, hingga budaya tulis menulis. Demikian berlanjut hingga masa-masa dinasti Islam menguasai wilayah Iran. Sebagai salah satu buktinya yaitu perkembangan budaya salin tulis menulis teks suci al-Qur’an pada abad 19 di Iran, tepatnya sejak 1838 M. Di antara manuskrip al-Qur’an yang ditemukan adalah manuskrip al-Qur’an 1265 H atau jika dikonversikan tahun Masehi menjadi 1850 M.


Karakteristik Manuskrip

Manuskrip al-Qur’an 1265 H ditulis oleh Muhammad Ali bin Ulaiqili dan dengan akhir penulisan pada tahun 1265 H. Manuskrip tersebut menggunakan khat naskhi dengan ukuran 20 x 13,3 cm bertinta hitam. Berbahan kertas eropa yang dalam keadaan utuh tanpa sobekan dengan total jumlah kuras sebanyak 183 lembar serta memiliki 19 baris tulisan dalam satu halaman. Selain menggunakan bahasa Arab terdapat tulisan menggunakan bahasa Arab-Persia terletak pada pinggiran manuskrip. Tergambar juga iluminasi di awal dan di akhir manuskrip yang mengitari doa-doa sebelum dan sesudah membaca al-Qur’an yang terletak di dalamnya. Keberadaan manuskrip tersebut sekarang berada di Organization of Libraries, Museums and Documents Center of Astan Quds Razavi Khurasan, Iran dengan nomor kodeks 31140 atas wakaf dari Mirza M. Husen bin M. Ali Mazandarani.


Berbeda dengan manuskrip sezamanya, dalam penulisannya, manuskrip ini tidak dituliskan nama surat, jumlah ayat,tanda waqof maupun tanda ayat. Tanda ayat hanya diberikan spasi antara satu ayat dengan ayat lainnya. Terdapat beberapa tanda tajwid seperti garis panjang vertikal sebagai tanda bacaan mad wajib muttasil. Namun, tanda tersebut tidak dibubuhkan pada bacaan mad jaiz munfashil sebagaimana mushaf al-Qur’an pada umumnya.


Gambar 1: kodikologi manuskrip al-Qur’an 1265 H


Gambar 2 : iluminasi manuskrip al-Qur’an 1265 H


Gambar 3 : tambahan penjelasan pada pinggir manuskrip berbahasa Arab-Persia


Gambar 4 : bukti tahun penulisan dan stempel


Analisis Rasm Manuskrip Al-Qur’an 1265 H

Rasm al-Qur’an merupakan istilah untuk mengungkapan batang tulisan daripada al-Qur’an dan menjadi standar dalam penulisan ayat al-Qur’an. Rasm al-Qur’an juga sering disebut dengan rasm Ustmani. Dalam rasm Ustmani terdapat dua riwayat penulisan, yaitu riwayat Abu Amr al-Dani dan riwayat Abu Dawud Sulaiman bin Najah. Selain itu, dalam rasm Ustmani juga terdapat kaidah-kaidah utama yang digunakan sebagai acuan dalam penulisan al-Qur’an, perinciaanya adalah kaidah hadzf (menghapus huruf), ziyadah (menambah huruf), hamzah, badal (mengganti huruf), fasl, wasl, dan ha’ ta’nits. Dalam penelitian ini, penulis menganalisis QS. Al-Fatihah: 1-7 dan QS. Al-Baqarah: 1-22 dengan menggunakan metode membandingkan tulisan dari manuskrip dengan dua riwayat rasm Ustmani yang dipadukan dengan kaidah-kaidahnya, serta komentar catatan sebagai kesimpulan dari hasil analisis. Komparasi tidak dilakukan pada seluruh kalimat pada ayat yang telah disebutkan, melainkan terfokus pada kalimat-kalimat tertentu yang memiliki perbedaan dengan rasm Ustmani, baik secara kaidah maupun riwayat penulisannya. Sumber rujukan analisis ini adalah kitab al-Muqni’ fi Ma’rifati Marsum Mashahif Ahli al-Amshar karya Abu Amr al-Dani, Taisir al-Rasm al-Utsmani karya Abdul ‘Al Ahmad Abdul Qadir, Ijaz Rasm al-Qur’an karya Muhammad Syamlul, Mushsf al-Madinah al-Munawwarah, dan Mushaf Standar Indonesia.




Dari pemaparan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa manuskrip al-Qur’an 1265 H cenderung mengikuti rasm Ustmani melalui riwayat Abu Amr al-Dani, meskipun terdapat beberapa kata yang tidak sesuai dengan kaidah rasm Ustmani dan riwayat tulisannya.


Referensi

Al-Suyuti, Jalaluddin. Al-Itqan. Kairo: Al-Misriyah, 1974.

Dani, Abu Amr al-. Al-Muqni’ Fi Ma’rifati Marsumi Masahifi Ahli al-Amsar. Riyadh: Dar Tadanuriyah, 2010.

Juwita, Tiara. “Sejarah Persia Jadi Iran, Bagaimana Syiah jadi Aliran Mayoritas di Negara Itu? | tempo.co.” Tempo, April 19, 2024. https://www.tempo.co/internasional/sejarah-persia-jadi-iran-bagaimana-syiah-jadi-aliran-mayoritas-di-negara-itu--66832.

Media, Kompas Cyber. “Kekaisaran Persia: Sejarah, Masa Kejayaan, Keruntuhan, dan Peninggalan Halaman all.” KOMPAS.com, June 21, 2021. https://www.kompas.com/stori/read/2021/06/21/134558879/kekaisaran-persia-sejarah-masa-kejayaan-keruntuhan-dan-peninggalan.

———. “Sejarah Peradaban Mesopotamia.” KOMPAS.com, June 15, 2021. https://www.kompas.com/stori/read/2021/06/15/144938179/sejarah-peradaban-mesopotamia.

Syamlul, Muhammad. Ijaz Rasm Al-Mushaf. Kairo: Dar al-Salam, 2006.

Sz, Zaki Faddad, and Anggi Wahyu Ari. “PERKEMBANGAN MATERIAL AL QURAN HINGGA KE INDONESIA” 2, no. 1 (2021).


Komentar (0)

penulis

Penulis Utama
A
Agha Fairuz

Tim Kharismafm

500/500