Nasional > Bencana Alam

KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, 4 Orang Tewas dan 32 Lainnya Masih dalam Pencarian

A
Agha Fairuz Tim Kharismafm - 03 Juli 2025 11:17

Keterangan : penampakan kapal Tunu Pratama Jaya (foto warganet)

Kabar duka datang dari perairan Selat Bali. Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam saat berlayar di rute penyeberangan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali, pada Rabu (2/7/2025) malam.


Operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran langsung digelar sesaat setelah kapal dilaporkan tenggelam sekitar pukul 23.35 WITA. Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur kini tengah menyisir perairan di sekitar lokasi kejadian untuk menemukan para korban yang belum ditemukan.


"Fokus utama kami saat ini adalah pencarian dan evakuasi seluruh korban. Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang ada," ujar seorang petugas di posko SAR gabungan.


Titik terang dalam proses evakuasi sempat muncul pada Kamis dini hari (3/7/2025). Sekitar pukul 05.15 WITA, tim penyelamat menemukan empat orang penumpang yang berhasil menyelamatkan diri dengan menaiki sekoci. Keempatnya ditemukan dalam kondisi selamat dan langsung mendapatkan penanganan lebih lanjut.


Selain penumpang, KMP Tunu Pratama Jaya juga membawa muatan berupa 22 unit kendaraan dengan rincian 1 unit sepeda motor, 4 unit mobil, 3 unit pickup dan 14 unit truck sedang


Data terbaru menyebutkan, dari total 65 orang di atas kapal, 4 orang dinyatakan meninggal dunia, 29 orang berhasil diselamatkan, sementara 32 lainnya masih dalam pencarian.


Sebanyak 14 orang korban selamat pertama kali ditemukan oleh warga di Pebuahan dan segera diamankan di kediaman salah satu warga bernama Saifulloh. Mereka ditemukan dalam kondisi selamat setelah berjuang di tengah perairan. Ke-14 korban tersebut telah diidentifikasi dan mayoritas berasal dari wilayah Jawa Timur, di antaranya Nurdin (52) warga Ketapang, M. Farid Wajdi (19), warga Banyuwangi, Erik Imbawani (30) warga Lumajang, Richo Krafsanjani (28) warga Banyuwangi, Bahrul (26) warga Jember, Ahmad Suyitno (35) warga Jember, Samsul Hidayat (45) warga Banyuwangi, Muhammad Holil (26) warga Jember, Bejo Santoso (51) warga Banyuwangi, Moh. Tri Wahyudi (19) warga Banyuwangi, Deni Hermanto (34) warga Banyuwangi, Ahmad Lukan (42) warga Jember, Febriani (27) warga Banyuwangi dan Ibnul Vawait (27) warga Banyuwangi


Koordinator Pos SAR Jembrana, I Dewa Hendri, menyatakan bahwa penanganan korban selamat dipisahkan berdasarkan kondisi kesehatan mereka. "Penumpang yang selamat dengan kondisi sehat telah dievakuasi ke Pelabuhan Gilimanuk, sedangkan 6 orang korban yang memiliki keluhan kesehatan sudah dibawa ke Puskesmas Banyubiru untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," jelas Hendri.


Sementara itu, duka mendalam menyelimuti insiden ini dengan ditemukannya empat korban dalam keadaan meninggal dunia. Keempat jenazah tersebut telah berhasil diidentifikasi, yaitu Anang Suryono (laki-laki, 59 tahun), Eko Sastrio (laki-laki, 51 tahun), warga Banyuwangi, Elok Rumantini (perempuan, 34 tahun) warga Banyuwangi, dan Cahyani (perempuan, 45 tahun) warga Dusun Krajan Kulon


"Seluruh jenazah telah dibawa ke kamar jenazah RSU Negara di Kabupaten Jembrana untuk proses lebih lanjut," tambah Hendri.


Tim SAR gabungan masih terus bekerja keras menyisir perairan Selat Bali untuk mencari 32 korban lainnya yang hingga kini belum ditemukan. Penyebab pasti tenggelamnya kapal masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Komentar (0)

penulis

Penulis Utama
A
Agha Fairuz

Tim Kharismafm

500/500