7 Fakta Menarik Seputar Sejarah Haji yang Jarang Diketahui, Nomor 5 Bikin Menakjubkan!
Keterangan : Makkah al-Mukarramah ( مكة المكرمة),
Setiap tahun, jutaan umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Namun, di balik ritual yang sarat makna spiritual ini, tersimpan sejumlah fakta sejarah yang menarik dan jarang diketahui banyak orang. Berikut tujuh di antaranya—dan nomor 5 dijamin bikin kamu tercengang!
1. Ibadah Haji Sudah Ada Sejak Zaman Nabi Ibrahim
Jauh sebelum zaman Nabi Muhammad SAW, ibadah haji sudah dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS. Bahkan, perintah untuk membangun Ka’bah dan menyeru umat manusia agar datang menunaikan haji sudah tercantum dalam Al-Qur'an surat Al-Hajj ayat 27.
2. Ka’bah Pernah Dibanjiri dan Terapung
Pada tahun 1941, Makkah mengalami banjir besar akibat hujan deras. Air menggenangi Masjidil Haram hingga setinggi dada orang dewasa. Uniknya, Ka’bah tetap kokoh berdiri, dan jamaah tetap thawaf meskipun sebagian besar area tertutup air!
3. Paspor Haji Zaman Dulu Berbentuk Surat dari Raja
Sebelum sistem imigrasi modern, jamaah haji Indonesia di era Hindia Belanda membawa “paspor” dalam bentuk surat izin dari pemerintah kolonial atau bahkan dari raja-raja lokal. Surat ini menjadi “tiket” resmi untuk bisa menunaikan haji.
4. Jamaah Haji Dulu Bisa Menghabiskan Waktu Bertahun-tahun
Di abad ke-19 dan awal abad ke-20, perjalanan haji dari Indonesia bisa memakan waktu hingga 6 bulan hingga 2 tahun, tergantung rute yang ditempuh: lewat laut, darat, atau kombinasi. Banyak jamaah yang bahkan meninggal dalam perjalanan.
5. Kapal Haji Pertama dari Indonesia Dinamai “SS Nederland”—dan Pernah Membawa Lebih dari 3.000 Jamaah Sekaligus!
Inilah fakta menakjubkan! Pada awal abad ke-20, kapal SS Nederland menjadi armada utama pengangkut jamaah haji dari Indonesia ke Jeddah. Dalam satu kali pelayaran, kapal ini bisa mengangkut lebih dari 3.000 orang. Kondisinya jauh dari nyaman, namun para jamaah tetap bersemangat demi bisa sampai ke Baitullah.
6. Jamaah Dulu Membawa Tikar dan Perbekalan Sendiri
Karena fasilitas penginapan sangat terbatas, jamaah haji zaman dulu harus membawa tikar, periuk, dan bahan makanan sendiri dari kampung halaman. Mereka memasak secara mandiri di tenda-tenda yang dibangun sementara di Mina atau Arafah.
7. Arab Saudi Baru Mendirikan Kementerian Haji Tahun 1951
Meskipun ibadah haji sudah dilakukan selama ribuan tahun, kementerian resmi yang mengatur haji di Arab Saudi baru dibentuk pada 1951. Sebelumnya, pengelolaan dilakukan secara tradisional oleh suku-suku dan tokoh lokal.
Sejarah panjang ibadah haji menunjukkan betapa kuatnya semangat spiritual umat Islam dari masa ke masa. Fakta-fakta di atas menjadi pengingat bahwa perjalanan haji bukan hanya ritual, tapi juga bagian dari sejarah perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa.
Berita Terkait
08 Juli 2025 14:00
Respon Cepat Ringankan Beban Petani, Mas Dhito Salurkan Ribuan Kilogra...
10 Februari 2025 06:14
Pj Wali Kota Kediri Silaturahmi Sekaligus Pamitan Ke Gus Kautsar
24 Juli 2025 08:59
Omzet Kediri City Expo Tembus Ratusan Juta, Mbak Wali Komitmen Perluas...
15 Februari 2025 05:36
Jelang Pelantikan, Ini Harapan dan Pesan Mas Dhito Kepada Kepala OPD d...
23 November 2025 13:14
Sempat Jadi Tim Musafir, Panpel Persik Kediri Pastikan Laga Kontra Sem...
07 September 2025 13:04
Panen Perdana Melon Hidroponik Jenis Inthanon di Green House Banaran
Rekomendasi
07 Desember 2025 10:20
Samsung Galaxy Z & Gemini AI: Buka Peluang Kreator untuk Jadi Pebisni...
12 Desember 2025 19:37
Kenalkan Sosok Pahlawan Jendral Soedirman Disbudparpora Kota Kediri Aj...
10 Desember 2025 13:45
SCCI Chapter Kediri Raya Siapkan Pesta Rakyat Gratis di Simpang Lima G...
12 Desember 2025 19:45
Mbak Wali Tegaskan Penguatan Gizi: SPPG Jadi Garda Depan Program MBG d...
12 Desember 2025 15:53
Bikin Liburan Akhir Tahun Makin Seru Dengan Google Gemini Di GALAXY S2...
10 Desember 2025 11:27
Komentar (0)