Pemerintahan > Kediri

7 Fakta Menarik Seputar Sejarah Haji yang Jarang Diketahui, Nomor 5 Bikin Menakjubkan!

A
Agha Fairuz Tim Kharismafm - 30 Mei 2025 18:25

Keterangan : Makkah al-Mukarramah ( مكة المكرمة),

Setiap tahun, jutaan umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Namun, di balik ritual yang sarat makna spiritual ini, tersimpan sejumlah fakta sejarah yang menarik dan jarang diketahui banyak orang. Berikut tujuh di antaranya—dan nomor 5 dijamin bikin kamu tercengang!


1. Ibadah Haji Sudah Ada Sejak Zaman Nabi Ibrahim

Jauh sebelum zaman Nabi Muhammad SAW, ibadah haji sudah dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS. Bahkan, perintah untuk membangun Ka’bah dan menyeru umat manusia agar datang menunaikan haji sudah tercantum dalam Al-Qur'an surat Al-Hajj ayat 27.


2. Ka’bah Pernah Dibanjiri dan Terapung

Pada tahun 1941, Makkah mengalami banjir besar akibat hujan deras. Air menggenangi Masjidil Haram hingga setinggi dada orang dewasa. Uniknya, Ka’bah tetap kokoh berdiri, dan jamaah tetap thawaf meskipun sebagian besar area tertutup air!


3. Paspor Haji Zaman Dulu Berbentuk Surat dari Raja

Sebelum sistem imigrasi modern, jamaah haji Indonesia di era Hindia Belanda membawa “paspor” dalam bentuk surat izin dari pemerintah kolonial atau bahkan dari raja-raja lokal. Surat ini menjadi “tiket” resmi untuk bisa menunaikan haji.


4. Jamaah Haji Dulu Bisa Menghabiskan Waktu Bertahun-tahun

Di abad ke-19 dan awal abad ke-20, perjalanan haji dari Indonesia bisa memakan waktu hingga 6 bulan hingga 2 tahun, tergantung rute yang ditempuh: lewat laut, darat, atau kombinasi. Banyak jamaah yang bahkan meninggal dalam perjalanan.


5. Kapal Haji Pertama dari Indonesia Dinamai “SS Nederland”—dan Pernah Membawa Lebih dari 3.000 Jamaah Sekaligus!

Inilah fakta menakjubkan! Pada awal abad ke-20, kapal SS Nederland menjadi armada utama pengangkut jamaah haji dari Indonesia ke Jeddah. Dalam satu kali pelayaran, kapal ini bisa mengangkut lebih dari 3.000 orang. Kondisinya jauh dari nyaman, namun para jamaah tetap bersemangat demi bisa sampai ke Baitullah.


6. Jamaah Dulu Membawa Tikar dan Perbekalan Sendiri

Karena fasilitas penginapan sangat terbatas, jamaah haji zaman dulu harus membawa tikar, periuk, dan bahan makanan sendiri dari kampung halaman. Mereka memasak secara mandiri di tenda-tenda yang dibangun sementara di Mina atau Arafah.


7. Arab Saudi Baru Mendirikan Kementerian Haji Tahun 1951

Meskipun ibadah haji sudah dilakukan selama ribuan tahun, kementerian resmi yang mengatur haji di Arab Saudi baru dibentuk pada 1951. Sebelumnya, pengelolaan dilakukan secara tradisional oleh suku-suku dan tokoh lokal.


Sejarah panjang ibadah haji menunjukkan betapa kuatnya semangat spiritual umat Islam dari masa ke masa. Fakta-fakta di atas menjadi pengingat bahwa perjalanan haji bukan hanya ritual, tapi juga bagian dari sejarah perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa.

Komentar (0)

penulis

Penulis Utama
A
Agha Fairuz

Tim Kharismafm

500/500