Berbagai cara dapat dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah pandemi, mulai dari pola hidup sehat, berolah raga, menjalankan prokes, hingga konsumsi herbal. Terlebih dengan adanya varian Omicron yang mulai menambah kasus positif COVID-19 di Indonesia.Hingga kini jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia bertambah hingga 40.489. Besarnya angka ini tentu saja sangat mengkhawatirkan. Apalagi, varian Omicron saat ini disebut lebih mudah menyebar dan menularkan orang lain serta memiliki gejala mirip flu biasa yang sering membuat orang tak menyadarinya segera.

Sebagaimana diketahui, pada Desember 2021 lalu Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah mengumumkan gejala COVID-19 yang umum ditemukan pada kasus varian Omicron. Adapun beberapa gejala tersebut antara lain, batuk, kelelahan, hidung tersumbat, tenggorokan sakit, juga demam.

Hal tersebut juga kerap ditemui pada kasus flu biasa yang umumnya menyerang saat daya tahan tubuh melemah di musim penghujan atau pancaroba. Bedanya, gejala Omicron juga seringkali diikuti dengan mual, sesak napas, diare, hingga hilangnya indera penciuman (anosmia). Selain itu, gejala batuk biasa juga seringnya disertai hidung meler atau tersumbat serta sakit kepala.

Meski terdapat sejumlah perbedaan dan umumnya tergolong gejala ringan, tak sedikit juga orang yang telat menyadari penularan virus Omicron ini saat tak menjaga daya tahan tubuh dengan benar. Oleh karena itu, sebaiknya Anda tetap waspada agar tak mudah tertular dengan menjaga daya tahan tubuh secara ekstra.

Shares:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *